Wednesday, June 23, 2010

Resensi Film - The Book of Eli

The Book of Eli - Film ini bercerita dengan latar belakang kehidupan di dunia yang porak poranda setelah terjadi perang yang dahsyat jika di lihat dari betapa hancurnya pemandangan yang di perlihatkan, yang terlihat hanya puing-puing kehancuran, dan tanah yang gersang. 

Bisa di bilang dari awal cerita film ini lebih hancur dari latar belakang film 2012. Di perankan oleh Denzel Washington sebagai ELI si pengembara pembawa buku yang dimaksudkan dalam film ini.
Mengapa saya bilang lebih hancur, karena dalam film ini di perlihatkan bahwa kehidupan setelah perang yang di maksud (karena tidak di ceritakan perang apa yang di maksud) untuk memperoleh makan dan minum air saja sangat sulit, sehingga di awal cerita ELI pun terpaksa harus memakan kucing buruannya, bahkan terdapat percakapan di mana saat ELI berkelana dan bertemu dengan sekelompok penjahat yang berusaha untuk merampok barang bawaannya dan setelah itu mereka akan membunuh dan memakannya..Jadi seperti cerita kanibal saja. Namun pemeran utama tidak mungkin kalah di awal cerita, dan ELI pun membantai sekelompok penjahat tersebut dan melanjutkan perjalanannya.

Sampai di suatu kota kecil, dimana ELI bermaksud untuk singgah sementara sekedar mengisi ulang baterai iPOD dan botol air minumannya, namun ia terjebak dalam baku hantam yang juga di menangkan olehnya sehingga penguasa kota kecil tersebut yang di perankan oleh Gary Oldman sebagai Carnegie kagum dan berusaha untuk merekrut Eli menjadi anak buahnya namun Eli menolak karena ia bermaksud untuk pergi ke suatu tempat di arah Barat untuk membawa buku yang di maksud. Tanpa di duga buku yang di bawa oleh Eli adalah buku yang di cari-cari oleh Carnegie selama ini dan Carnegie pun berusaha untuk merebutnya dari Eli karena buku tersebut adalah buku terakhir dan satu-satunya di dunia sisa peninggalan perang yang diyakini oleh mereka sebagai buku yang bisa membawa dan membangun kembali kehidupan peradaban yang sudah hancur.

Buku tersebut memang berhasil di rebut dari tangan Eli, namun Eli tetap melanjutkan perjalanannya ke arah Barat karena ia telah menghafal semua isi dari buku tersebut. Dan Carnegie tidak begitu puas dengan buku tersebut, karena ternyata tidak berisi tulisan namun berisi huruf braille yang hanya bisa di baca oleh penyandang tuna netra.

Eli pun sampai di tempat tujuan yang di maksud, di tempat inilah semua bukti sejarah di kumpulkan. Dan Eli menyampaikan semua isi dari buku tersebut untuk di salin ulang lewat hafalannya. Ternyata buku yang di maksud dalam film ini adalah sebuah Kitab. Mungkinkah film The Book of Eli membawa misi keagamaan?......

No comments:

Post a Comment