Sunday, August 8, 2010

Waspada, Penculikan Anak..!!!


Akhir-akhir ini sering kita baca atau dengar/ lihat berita yang “menyentuh” perasaan kita, yakni PENCULIKAN ANAK.. Terakhir kejadian di Depok dan Bekasi. Sebelumnya di Bali juga ada, di Bali…selain  diculik, diperkosa dan kemudian dikembalikan.. Benar-benar perbuatan manusia yang sudah bejat..!!

Anak, dikatagorikan Batita (Bawah tiga tahun), Balita (bawah lima tahun) dan Anak-anak (bocah atau cilik). Penculikan terhadap Bayi sering terjadi di Rumah Sakit atau Klinik Bersalin.. Penculikan terhadap balita sering terjadi saat dia bermain di sekitar rumahnya.. dan penculikan bocah sering terjadi di sekitar rumahnya atau dekat sekolahnya.

Penculik biasanya sudah mempelajari gerak-gerik anak balita ini hingga 1 bulan lamanya.. Dia tahu persis di mana anak itu sering bermain,siapa yang menjaganya, dan apa kerja atau kesibukan orang tuanya.Si anak ini biasanya dibujuk dengan mengatakan “dek sini…. itu dipanggil mamanya/ papanya”.. Atau  dia sebut nama, misal Upin.. ..”upin dipanggil mamanya tuh,,,” sambil dia menunjukkan ke arah menjauh dari rumahnya.


Penculik tidak jalan sendirian. Dia bawa mobil yang posisinya sekitar 50 meter dari lokasi sasaran penculikan. Jka sudah mendengar kode “OK” mobil mendekat.. Dan pelaku dalam satu mobil paling sedikit masih ada 2  (dua) orang lagi (jadi umumnya bertiga) melarikan anak itu.

Apa motif penculikan??.

Motif penculikan bisa untuk memeras orang tuanya. Tapi yang ini biasanya “konyol” penculik sehebat apapun pasti akan ketangkap.

Motif  lainnya adalah penjualan anak kepada yang membutuhkan anak. Kebutuhan itu bisa ingin memiliki organ tubuh anak, bisa juga untuk dijual ke mana saja termasuk ke Luar Negeri.

Motif selain itu adalah urusan “asusila” yakni pemerkosaan anak, termasuk di dalamnya memperkosa haknya untuk sesuatu yang  belum saatnya bagi anak-anak,  melakukan pekerjaan-pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh orang dewasa.

Di Afrika Tengah, anak-anak diculik untuk dijadikan milisi atau militer. Di Tahiland anak diculik untuk dijadikan budak sex, di Filipina banyak diculik anak-anak untuk bekerja di Restoran, India banyak anakk-anak diculik untuk diperkerjakan sebagai buruh tani atau buruh bangunan. Di Indonesia, khususnya di Bandung, penulis melihat anak-anak entah siapa yang memilikinya   diambil untuk dijadikan pengemis…astaga…!!!

Anda bisa bayangkan apa yang ada dalam benak siorang tuanya ketika mendengar atau mengetahui anaknya diculik??…Dunia ini terasa gelap, menyesal, menangis, berteriak histeris hingga pingsan..Sadar, nangis lagi, pingsan lagi… seterusnya hingga berbulan-bulan (jika anak hilang hingga berbulan-bulan). Segala nafsu hilang, hingga ada yang sakit, putus asa, kecewa, bahkan ada yang -maaf- setengah gila…

Membayangkan anak yang sedang lucu berusia 3 tahunan, sering bernyanyi dengan lucunya, dia memanggil mama dengan merdunya, dia melompat-lompat bermain ke sana kemari di dalam rumah, berteriak teriak pertanda ceria.. Dia minta susu pagi, siang dan malam… Sekarang??… Botol susunya tergolek di dekat kotak susu. Sepeda mainannya tidak bergerak, baju-bajunya dalam lemari masih utuh.. Pedih sekali membayangkan kejadian ini..

Menculik anak, sama halnya memperkosa hak anak. Walaupun si anak -misalnya- dipelihara oleh orang yang berkecukupan secara matrial, tapi dia harus melewati proses yang rumit selama berbulan-bulan. Hampir tiap malam anak menangis menjerit memanggil “mama..mama” sebelum tidur.. Hampir tiap bagun tidur dia menjerit melihat bukan wujud mama/ayahnya yang membangunkan dia..

Anak walau tidak bisa berbicara dan menyampaikan jeritannya dengan kongkrit, insting dan naluri hatinya berbicara, dia  merasa dipisahkan secara paksa dengan orang tuanya.. Sebelum tidur matanya menerawang mengingat-ngingat kenangan indah bersama orang tuanya atau bersama kakaknya… Dia tidak tahu sampai kapan memori itu akan terhapus..

Bagaimana kalau anak yang diculik itu malah ditampung oleh orang yang secara ekonomi tidak mapan atau katakanlah orang susah??… Semakin pahit dan stresslah si anak itu.. Biasanya si anak memakai baju yang bersih, tidur dengan tenang dan nyaman kini harus berhadapan dengan dinding papan berlubang dalam bilik kecil dan kumuh dan lingkungan yang tidak sehat..

Dengan melihat fenomena di atas, kita semua sepakat bahwa pelaku penculikan anak,hukumannya seharusnya lebih berat dari Pemerkosa atau dari Pembunuhan… Setuju???…

Kalau setuju harusnya meminta Komnas HAM Anak mendesak DPR untuk merancang UU perlindungan anak dan pengajuan ancaman hukuman setengah mati atau hukuman potong tangan atau kakinya bagi pelaku penculikan.

Tindakan antisipatif apa yang lebih penting ketimbang menuntut DPR mengajukan RUU tentang hukuman bagi penculik anak??..
Inilah yang harus anda lakukan:
  1. Kita harus perduli. Jika melihat dan mendengar suara tangisan anak-anak yang menangis dengan intensitas tinggi dan sering sekali baik di dekat rumah atau bahkan di jalan sekalipun upayakan melihat sejenak sambil mengamati anak tersebut dan oang yang membawa si anak itu,.
  2. Perduli terhadap anak-anak kecil (bocah, balita apalagi batita).  Anak siapapun dia.. tidak dapat memilih dari siapa dia ingin dilahirkan… Ada anak ini morat morat di jalan terpaksa diambil pemulung misalnya, dan pemulungnya enggan mengantarkan ke Polisi (kuatir dituduh penculikatau malas berurusan misalnya) . Anda bertanya sedikit  saja dapat membantu penderitaannya..
  3. Hati-hati memilih pembantu atau juga mengambil Baby Sitter.. Memang kita tidak tahu asisten kita ini siapa, namanya juga orang baru..Tapi dengan pendekatan setiap hari bisa tanya dengan ramah ini - itu, tentang kelurganya alamatnya, rumahnya, kenalannya,..semua dicatat dan lakukan konfirmasi terhadap semua statemennya..
  4. Dan ini yang terpenting: Andalah yang paling bertanggung jawab. Anda tidak bisa lepaskan dia begitu saja di sekitar rumah apalagi di tempat keramaian.. Jika Anda wanita/ Pria Karier yang sangat sibuk luar biasa -hingga tidak sempat memonitor anak- (semoga tidak seperti itu)- usahakan mencari satu keluarga terdekat untuk tinggal di rumah bersama Anda.. Anda yang berkecukupan mungkin bisa menitip anak di tempat permainan anak, tapi sekali lagi tidak semua itu menjadikan Anda berkurang tanggung jawabnya… Dan tidak semua orang mampu menitipkan anak di tempat permainan anak-anak..
Semoga informasi ini dapat memberi pelajaran berharga bagi Anda semua… Dan hal-hal yang tidak sanggup kita hadapi akan dijauhkan oleh Yang Maha Kuasa dari diri kita…
Selamat menjaga anak-anak lebih teliti…

Penulis

No comments:

Post a Comment